Kamis, 21 April 2022

Ilmu-ilmu | Cyber-physical system






Pengertian 


 Suatu sistem cyber- fisik( CPS) ataupun sistem pintar merupakan sistem pc di mana mekanisme dikendalikan ataupun dipantau oleh algoritma berbasis pc. Dalam sistem siber- fisik, komponen raga serta fitur lunak sangat terpaut, sanggup beroperasi pada skala spasial serta temporal yang berbeda, menampilkan modalitas sikap yang bermacam- macam serta berbeda, serta berhubungan satu sama lain dengan metode yang berganti cocok konteks. CPS mengaitkan pendekatan transdisipliner, penggabungan teori sibernetika, mekatronik, desain serta ilmu proses. Kontrol proses kerap diucap selaku sistem tertanam. Dalam sistem tertanam, penekanannya cenderung lebih pada elemen komputasi, serta kurang pada ikatan yang intens antara elemen komputasi serta raga. CPS pula mirip dengan Internet of Things( IoT), berbagi arsitektur bawah yang sama; tetapi, CPS memperkenalkan campuran serta koordinasi yang lebih besar antara elemen raga serta komputasi.

Contoh CPS tercantum jaringan pintar, sistem mobil otonom, pemantauan kedokteran, sistem kontrol industri, sistem robotika, serta avionik pilot otomatis. Prekursor sistem cyber- fisik bisa ditemui di bermacam bidang semacam kedirgantaraan, otomotif, proses kimia, infrastruktur sipil, tenaga, perawatan kesehatan, manufaktur, transportasi, hiburan, serta perlengkapan konsumen.

Penjelasan

Tidak semacam sistem tertanam yang lebih tradisional, CPS lengkap umumnya dirancang selaku jaringan elemen yang berhubungan dengan input serta output raga alih- alih selaku fitur yang berdiri sendiri. Gagasan ini terpaut erat dengan konsep robotika serta jaringan sensor dengan mekanisme kecerdasan yang pas dari kecerdasan komputasi yang mengetuai jalan tersebut. Kemajuan yang lagi berlangsung dalam sains serta metode tingkatkan ikatan antara elemen komputasi serta raga lewat mekanisme pintar, tingkatkan keahlian menyesuaikan diri, otonomi, efisiensi, fungsionalitas, keandalan, keamanan, serta khasiat sistem siber- fisik. Ini hendak memperluas kemampuan sistem siber- fisik dalam sebagian arah, tercantum: intervensi( misalnya, penghindaran tabrakan); presisi( misalnya, pembedahan robotik serta manufaktur tingkatan nano); pembedahan di area yang beresiko ataupun tidak bisa diakses( misalnya, pencarian serta penyelamatan, pemadam kebakaran, serta eksplorasi laut dalam); koordinasi( misalnya, kontrol kemudian lintas hawa, pertempuran perang); efisiensi( misalnya, bangunan tenaga nol- bersih); serta kenaikan keahlian manusia( misalnya dalam pemantauan serta pemberian layanan kesehatan).


0 Comments:

Posting Komentar